Dilema Narapidana

Di suatu sudut lapas yang letaknya di kota A, nampak ada dua orang tahanan yang masih berstatus tersangka sedang diselidiki secara terpisah. Kedua tahanan tersebut tidak bisa menebak pilihan atau tindakan satu sama lainnya karena mereka berada di ruangan yang berbeda.

Untuk mencari tahu siapa pelaku sebenarnya, maka polisi menyatakan bahwa jika seseorang di antara mereka ada yang mengaku dan yang satunya tidak mengaku, maka orang yang mengaku akan diberikan hukuman penjara selama 1 tahun, sedangkan yang tidak mengaku akan dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun. Jika keduanya sama-sama mengaku, maka masing-masing akan dihukum selama 5 tahun di penjara. Jika keduanya tidak mengaku, maka masing-masing akan dihukum selama 2 tahun dikarenakan polisi tidak punya bukti yang cukup. Jika kalian adalah salah satu dari tahanan tersebut, apa yang akan kalian lakukan; mengaku atas tindak kejahatan yang diperbuat, atau tidak mengaku sama sekali?prisoners.JPGDi dalam kajian Teori Permainan, masalah ini dikenal sebagai Dilema Narapidana (Prisoner’s Dilemma). Tinjau gambar tabel di bawah ini:

pay off.JPG

Gambar tersebut menjelaskan bahwa terdapat dua orang tahanan; Tahanan I dan Tahanan II. Setiap tahanan memiliki dua strategi; mengaku atau tidak mengaku. Hasil dari strategi yang mereka pilih disebut sebagai pay-off.  Pay-off dari Tahanan I dan Tahanan II dituliskan secara berurutan. Misalnya (-1,-10) mengartikan bahwa pay-off dari Tahanan I adalah -1 dan pay-off dari Tahanan II adalah -10. Pay-off ini bernilai negatif untuk menggambarkan berkurangnya utilitas (kepuasan) yang dirasakan oleh tahanan jika mengambil salah satu strategi. Jadi ketika mengambil strategi, masing-masing tahanan pasti akan mengambil pay-off dengan utilitas terbesar. Hmm.. kira-kira strategi apa yang paling optimal untuk masing-masing tahanan ya?

Berdasarkan sudut pandang Tahanan I

  • Jika Tahanan II mengambil strategi mengaku, maka Tahanan I harus mengaku juga karena memberikan utilitas yang lebih besar, yaitu hukuman 5 tahun di penjara ketimbang tidak mengaku yang memberikan hukuman 10 tahun di penjara;
  • Jika Tahanan II mengambil strategi tidak mengaku, maka Tahanan I harus mengaku karena memberikan utilitas lebih besar, yaitu hukuman penjara selama 1 tahun ketimbang 2 tahun jika tidak mengaku.

Hal yang sama pun dilakukan untuk tahanan II.

Berdasarkan sudut pandang Tahanan II

  • Jika Tahanan I mengambil strategi mengaku, maka Tahanan II harus mengaku juga karena memberikan utilitas yang lebih besar, yaitu hukuman 5 tahun di penjara ketimbang 10 tahun di penjara jika tidak mengaku;
  • Jika Tahanan I mengambil strategi tidak mengaku, maka Tahanan II harus mengaku karena memberikan utilitas lebih besar, yaitu hukuman penjara selama 1 tahun ketimbang 2 tahun jika tidak mengaku.

Jadi pada akhirnya kedua tahanan tersebut harus berada pada posisi “Tahanan I mengaku” dan “Tahanan II mengaku”, yakni (-5,-5), untuk berada pada titik aman. Akan tetapi strategi ini bukanlah strategi yang terbaik, karena kedua tahanan bisa mendapatkan hasil lebih baik lagi jika “Tahanan I tidak mengaku” dan “Tahanan II tidak mengaku”, yakni (-2,-2). Kondisi ini bisa saja terjadi, tapi dengan pertaruhan yang sangat besar bagi keduanya.  Pertaruhan ini akan berhasil jika kedua tahanan tersebut saling berkoordinasi satu sama lain. Namun sayangnya dalam kasus ini mereka tidak diizinkan untuk melakukannya.


Sumber Gambar:

https://www.shutterstock.com/image-vector/cartoon-prisoners-jail-cell-619397426

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s